๐Ÿ“ฐ Berita Koperasi

Di Selasar Kami Belajar

calendar_today 3 Juni 2026
schedule 5 min read
person Tim Media CU PS
Di Selasar Kami Belajar

"Kami perantau, apakah bisa jadi anggota CUPS?", meluncur dari salah satu warga yang tinggal di Alam Pakuan, Barak PT BMS, Sandai, Sabtu 23 Mei 2026 lalu. Ia mengungkapkan sebuah keinginan untuk mengelola ekonomi keluarga menjadi lebih baik lagi.

 

Merantau, dihadapkan pada dua pilihan yakni berhasil atau gagal. Bagi warga NTT yang menempuh perjalanan laut berhari-hari untuk tiba di Ketapang adalah salah satu pilihan untuk hidup lebih baik. Bagi mereka Kalimantan menjadi tanah yang penuh โ€œsusu dan maduโ€, dimana mereka berjuang untuk meningkatkan kehidupan menjadi lebih layak.

 

Tentang success story merantau mereka mendapatkan cerita dari sanak-saudara atau sentua yang telah duluan berjuang di tanah Borneo.

 

Hari itu, petang telah menyapa, di selasar teras sebuah perumahan karyawan perusahaan yang bernama Andreas Jehola tampak sedikit hal yang berbeda. Terlihat Kumpulan warga baik laki-laki maupun perempuan duduk dan larut dalam diskusi bersama.

 

โ€œPenting kita punya semangat menabung, karena dengan itulah kita akan naik kelas secara bertahapโ€, ujar seorang muda yang disapa Handoyo. Ia sendiri adalah pimpinan CUPS Kantor Cabang Sandai yang hari itu bersama timnya bergiat di perumahan Alam Pakuan PT. BMS.

 

Menabung dengan disiplin, menyisihkan dari pendapatan adalah sebuah hal penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sebuah keluarga, tanpa terkecuali bagi mereka yang bekerja sebagai buruh ataupun karyawan perusahaan. โ€œKita ada alat yang bernama CUPS dimana kita bisa simpan dan ketika kita butuh untuk kebutuhan kita, maka bisa memanfaatkan layanan pinjaman yang tersediaโ€, tambah Ronald yang juga anggota Tim KC. Sandai.

 

Kisah-kisah perantau dari NTT yang sukses mereka memulainya dari nol,  bahkan minus. โ€œModal tekad saja, lalu disiplin menyisihkan dari pendapatan untuk ditabung, bersyukur kita ada CUPS, pas ada kebutuhan untuk beli tanah, buat rumah, usaha kebun sampai pendidikan anak kita bisa memanfaatkan fasilitas layanan pinjaman di CUPS, tentu semuanya bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan kita, nah yang paling penting kita harus bisa jaga kepercayaanโ€, ujar Silvester Ndoa, seorang tokoh NTT Sungai Melayu yang sering memberikan wejangan bagi komunitas NTT.


Malam kian larut, namun selasar rumah pak Andreas Jehola kian hangat dengan diskusi tentang pengelolaan keuangan keluarga. Bersandar pada dinding papan susun sirih, mereka bercengkrama tentang rencana hari esok. โ€œKita harus masuk CUPS, jangan dapat uang habis begitu saja, merantau jauh-jauh harus hidup lebih baikโ€, tekad salah satu warga bersemangat. Hari itu pun beberapa dari warga mengatur janji untuk dapat menjadi anggota CUPS di KC. Sandai.

 

Selasar menjadi tempat sederhana, dimana tekad untuk hidup lebih baik semakin tertempa, karena tiada pilihan, sukses harus dimulai dari langkah kecil yang bernama bijak mengelola keuangan

Artikel Terkait

Tidak ada artikel terkait saat ini.

forum

Diskusi & Komentar (0)

rate_review Tinggalkan Komentar Anda

chat_bubble_outline

Belum Ada Komentar

Jadilah yang pertama menuliskan diskusi atau opini mengenai artikel ini!