🎉 Kegiatan Anggota

CUPS itu Kebun Subur dan Besar Kami,…..

calendar_today 29 Juni 2026
schedule 5 min read
person Tim Media CU PS
CUPS itu Kebun Subur dan Besar Kami,…..

“Kami mulai dari nol, hidup di kampung tidak punya apa-apa, bahkan punya tanah sedikit dijual teman, sering dihina orang karena miskin, namun kami tidak marah dan makin bersemangat untuk lebih baik, mulai ber-CU sedikit demi sedikit, lalu bisa beli tanah dan kemudian waktu berjalan pinjam buat bangun tiga ruko ini, kemudia juga beli kendaraan untuk memperlancar usaha, dan saat ini masih punya pinjaman untuk tanah kebun”, ujar Perempuan paruh baya itu dengan penuh semangat.

 

Namanya Yuliana atau disapa sebagai ibu Yul, energik, periang dan humoris begitu banyak orang mengenalnya. Istri dari pak Ba’at dan ibu dari 5 orang anak ini memiliki pemikiran yang berbeda dari ibu-ibu di kampung kebanyakan, dimana ia memaksimalkan hasil dari keluarga untuk membangun aset. Jikalau di banyak keluarga, suami cenderung lebih aktif menentukan arah ekonomi keluarga, tidak demikian dengan keluarga ibu Yul. Ia-lah yang banyak memiliki ide dan rencana produktif yang terukur.

 

“Saya taunya cari uang, simpan ke dia (istri), lalu ia atur dan kadang punya rencana, lalu kami rundingkan dan sama-sama wujudkan”, ujar pak Ba’at bercerita tentang istrinya.

 

“Saya paling kasi dia (suami) uang rokok, udah sisanya saya tabung”, sela ibu Yul yang disambut dengan tawa sang suami.

 

Namun bu Yul bukanlah sosok yang pasif, ia juga membantu sang suami untuk mencari nafkah. Ia dikenal sebagai salah satu ibu-ibu di Sungai Melayu yang menjajakan sayuran khas kampung. “Biasa saya ambil rebung, pakis, daun timun dan sayuran kampung di kebun, saya ambin dan saya jual, hasilnya saya tabung”, ujarnya semangat.

 

Bahkan si anak yang bungsu yakni Bagas mengikuti jiwa wirausaha dari orang tuanya. “Saya sering juga membantu orang tua jualan, seperti saat ini saya jual durian hasil dari nyandau di kebun kami di bukit”, ujar Bagas yang tahun ini naik kelas 3 SMK.

 

Ketika ditanya tentang rasa gengsi, si bungsu ini tak merasakannya sama sekali. “Saya tak pernah malu, saya bangga bisa bantu orang tua dan saya juga bangga memiliki mereka”, pungkasnya.

 

Berjalan waktu keluarga ibu Yul memiliki passive income dari ruko yang mereka sewakan. Dari 3 ruko tiap bulan ada hasil Rp. 4.800.000,- pemasukan rutin bagi keluarganya.

 

“Dari hasil sewa Ini bisa bayar hutang sisanya mau di tabung untuk rencana pinjam lagi buat bangun kontrakan di belakang ruko”, ujarnya lagi.

 

Sementara ketika ditanya bagi mereka apa arti CUPS itu, sang suami menjawab lugas “CUPS itu kebun kami yang subur dan besar, kebun yang kami rawat, jenguk dan sayangi, ketika waktunya tiba kami bisa panen sesuai kebutuhan kami”, ungkapnya.

 

Tentu dengan bahasa yang sederhana namun mengandung makna yang mendalam. Apalagi diucapkan oleh keluarga dari kampung yang tak pernah mengenal bangku pendidikan, sungguh makna filosofis yang istimewa.

 

Sebuah makna yang tak ujug-ujug ada, namun bagian dari portofolio perjalanan panjang dari kehidupan sedehana namun penuh rencana.

 

Saat ini bu Yul masih mengusahakan kebun sawit seluas 7 hektar yang baru mereka olah dan tanami. “Untuk hari tua dan masa depan anak kami”, ujarnya tersenyum.

 

Teriknya sinar matahari dan terbalut angin kemarau yang bertiup kencang tak menyurutkan semangat dari bu Yul dan keluarganya. Bagi mereka hidup sederhana, berusaha dengan tekun, jadikan cemoohan sebagai motivasi lebih baik, wujudkan rencana secara bertahap dan bijak, serta mensyukuri atas apa yang telah dicapai bersama adalah nilai yang perlu diwariskan khususnya bagi anak-anaknya. 


Laku sederhana namun sarat akan nilai-nilai baik dari sebuah keluarga sederhana ini pun menjadi semangat tersendiri bagi kesinambungan dari gerakan pemberdayaan CUPS yang tahun 2026 ini berusia 25 tahun.

 

“Selamat ulang tahun CUPS, semoga tetap maju dan menjadi mitra bagi kami”, ujar Bu Yul mengakhiri diskusi kami hari itu. Terima kasih ibu Yul dan keluarga, semangat ibu menjadi virus baik yang akan terus kita duplikasi.
forum

Diskusi & Komentar (0)

rate_review Tinggalkan Komentar Anda

chat_bubble_outline

Belum Ada Komentar

Jadilah yang pertama menuliskan diskusi atau opini mengenai artikel ini!